Sejarah Kammi

Assalmu’alaikum 🙂

Sejarah terus bergerak mengikuti kehendak Illahi tanpa ada yang bisa menghalang. Tidak terasa dunia telah berubah dengan cepat laksana kilat.Kita kini berada pada penghujung memasuki millennium ke-3, arena baru sedang digelar. Pasar bebas dan globalisasi menjadi tantangan yang harus dijawab. Akan tetapi, ditengah suasana demikian, negeri kita menghadapi bencana besar. Setelah bencana alam yang memilukan, bencana ekonomi datang mempeorak-porandakan kehidupan bengsa Indonesia. Bencana tersebut disebabkan oleh kejahilan segelintir orang yang menyelenggarakan anamah kepemimpinan secara sembrono dan tidak jujur.

Pembangunan suatu bangsa dengan mengabaikan nilai-nilai moral ternyata menghasilkan sebuah bangunan rapuh. Terpaan badai dan krisis terhadap bangsa Indonesia telah memperlihatkan kepada seluruh rakyat akan rentan dan lemahnya bangunan yang dibuat selama lebih dari 30 tahun. Melihat berbagai indicator krisis nasional, banyak kalangan memperkirakan bahwa pemerintahan tidak akan mampu bertahan lama, manakala tidak dilakukan trobosan-trobosan mendasar untuk memperbaiki bangunan bangsa.

Kondisi krisis nasional yang melanda negeri telah mengundang perhatian dan reakasi dari berbagai kalangan. Rakyat yang sejak lama menyimpan rasa duka dan kepedihan mendalam, akibat kezaliman penguasa, sudah tidak tahan lagi untuk mengungkapkan isi hatinya. Terutama mahasiswa, sebagai respresentasi dari suara rakyat, mulai menggugah nuraninya untuk meneriakkan rintihan dan jerit tangis rakyat, dan memperjuangkan usaha-usaha perbaikan dinegeri tercinta ini. Tidak ada pilihan lain bagi negeri yang telah bobrok ini, selain reformasi harus disuarakan dan ditegakkan. Suara-suara reformasi mulai dikumandangkan oleh seluruh kampus melalui mimbar bebasnya. Aksi mimbar bebas itu sudah mulai membentuk isu bersama, yaitu reformasi politik, hukum,ekonomi. Namun aksi-aksi kampus itu ditandai oleh dua hal yaitu : belum terkoordinasi dan memiliki kendala konsepsional.

Momentum perubahan telah hadir didepan mata, Cita-cita akan terjadinya perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara semakin dekat. Masa adalah sesesuatu yang berharga, Masa yang telah kita lewatkan tidak mungkin untuk diraih dan diulangi kembali. Momentum perubahan tidak boleh disia-siakan. Gerakan mengusung usaha-usaha perbaikan harus segera ditutupi kelemahan dan kekurangnanya. Oleh karena itu dalam sebuah lintas masa, tepatnya 29 Maret 1998, dikampus Universitas Muhammadiyah Malang didirikan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Lahirnya KAMMI ditandai oleh penyataan tertulis yang dinamakan DEKLARASI MALANG. Pada acara pendirian KAMMI disampaikan juga Pandangan Umum KAMMI atas berbagai persoalan bangsa Indonesia.

PENDIRIAN

KAMMI dilahirkan pada momentum pelaksanan Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah kampus Nasional X diUnniversitas Muhammadiyah Malang. Sesaat setelah acara FS LDK Nasional X, dideklarasikan pendirian KAMMI. Acara ini dihadiri oleh sekitar 63 kampus dengan 69 LDK. Jumlah peserta seluruhnya sekitar 200 orang yang berasal dari seluruh Indonesia.
Kelahiran KAMMI pada hari Ahad, 29 Maret 1998 atau bertepatan dengan 1 Dzulhijjah 1418 H dibadani oleh Tim Formatur yang berjumlah 8 (delapan) orang. Kedelapan orang Tim Formatur tersebut adalah :

Ananto Pratikno sebagai Ketua tim formatur (Ketua Jamaah AR Fachrudin UMM 97/98)

Badarudin ( Ketua Forkom LDK Unair 97/98)

Andri Yunia Kusumawati (Forkom LDK Unair)

Edi Chandra (DKM Al-Ghifari IPB)

Faizal Sanusi (Ketua Kerohanian Islam SMUI 96/97)

Febri Nur Hidayat (Kabid Hublu GAMAS ITB)

Muhammad Arif Rahman ( Ketua Jammah Solahuddin UGM)

Suhendra (Ketua UKM Rohis Undip)

Tim Formatur sepakat memilih Fahri Hamzah sebagai Ketua Umum dan Haryo Setyoko sebagai Sekretaris Umum. Kemudian dilakukan penandatanganan oleh Ketua
Umum dan Sekretaris Umum. Setelahnya para peserta FS LDK Nasional X yang hadir pada saat pembacaan Deklarasi Malang ikut membubuhkan tanda tangan pada kertas yang telah disediakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: